Tampilkan postingan dengan label Ruang Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Rohani. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Citra Iblis Bertanduk Nyengir di Lukisan Gereja





http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Lukisan-Giotto.jpg



ROMA - Citra iblis bertanduk tengah 'nyengir' muncul di lukisan karya pelukis ternama, Giotto, di langit-langit Gereja Basilica Assisi, Roma. Imaji iblis bertanduk yang tengah tersenyum itu baru diketahui setelah terabaikan selama berabad-abad.

Ahli sejarah seni, Chiara Frugoni mengatakan dia telah menghabiskan 30 tahun meneliti alur di lukisan yang ada di bagian atas Tonggak Gereja Umbrian. Kendati puluhan tahun meneliti, baru kini perempuan peneliti itu melihat sebuah citra yang sebenarnya adalah bentuk ruang kosong dalam gambar awan.


Lukisan dinding Gereja di Assisi, terletak di Perugia, Italia, merupakan karya Giotto. Giotto merupakan seniman asal Fiorentia. Giotto terkenal dengan gaya lukisan yang menggambarkan sosok dan figur manusia, aliran yang menandai adanya evolusi seni di akhir abad ke-13.

Dilansir AP, Frugoni menjelaskan ia tak sengaja menemukan citra iblis bertanduk tersebut. Saat itu, ia hanya berniat untuk meneliti waktu pasti kapan pembuatan lukisan karya Gietto yang menggambarkan kematian Saint Fransiskus dari Assisi tersebut. Frugoni menyebut lukisan tersebut dilukis pada tahun 1289.


"Terlihat sangat jelas,kok. Banyak orang tak tahu karena mereka tak memperhatikan. Sekarang, saya akan memastikan semua orang akan mengetahui di mana letak citra (iblis) dalam lukisan itu," ujar Fugoni.






sumber:http://www.tribunnews.com/2011/11/09/citra-iblis-bertanduk-nyengir-di-lukisan-gereja

Shalat Aja Kok Repot!



Shalat Aja Kok Repot!



Semua orang Muslim tentunya tahu yang namanya shalat. Ya, walaupun mungkin sebagian masih ada yang menjalankannya dengan bolong-bolong atau tidak sama sekali karena satu dan lain hal. Kemudahan melaksanakan ibadah yang satu ini bagi sebagian orang dianggap biasa-biasa saja, terutama mereka yang tinggal di negara mayoritas Muslim. Negara kita contohnya. Secara umum, muslim di Indonesia bisa mempraktikkan shalat dimana pun mereka berada, karena hampir di setiap sudut kampung atau kota selalu ada mesjid. Paling tidak tajug atau mushala. Gaungan adzan pun bisa terdengar kemana-mana. Sebuah ‘kemewahan’ yang tidak bisa dinikmati di negara seperti Amerika.

Saya merasakan betul hilangnya nikmat ini ketika pertama kali datang ke negerinya Obama. Bahkan, hilangnya nikmat ini mulai terasa ketika naik pesawat dari Narita (Jepang) menuju Chicago (Amerika). Karena sebagian orang barat masih traumatik dengan peristiwa 9/11, biasanya mereka merasa tak nyaman melihat orang membaca Al-qur’an atau shalat di pesawat. Apalagi kalau orang tersebut berwajah timur tengah. Sudah pastilah dia akan ‘ditendang’ keluar, tanpa ampun. Saya untungnya duduk bersebelahan dengan orang Asia. Pikir saya, kayanya dia bisa paham. Tapi ketakutan masih menghantui, karena di samping kiri ada orang asing. Alhasil, saya harus menunggu mereka tidur sebelum bisa melaksanakan shalat dengan tenang. Tentu saja, dengan TV kecil di hadapan saya yang sengaja masih menyala, agar orang menyangka saya sedang menonton. Lega rasanya ketika shalat selesai.

Permasalahan mulai kompleks ketika harus menunggu beberapa jam di bandara Chicago untuk melanjutkan penerbangan ke kota yang saya tuju. Waktu itu, sudah tiba saatnya melakukan shalat dzuhur. Dengan alasan musafir, saya bisa meringkas dan menyatukan shalat. Itu hal mudah. Tapi dimana shalatnya? Saya coba mundar-mandir dari satu terminal ke terminal lain dengan harapan bisa menemukan tempat yang lumayan sepi. Namun, namanya juga bandara internasional, mana ada tempat sepi tanpa orang. Saya pun jadi pening. Akhirnya, saya berusaha ‘nekad’ untuk shalat di kursi tunggu. Tinggal cari yang agak sepi. Ketemu juga, akhirnya. Saya duduk di kursi paling pojok yang kebetulan menghadap ke luar bandara. Shalat pun tertunaikan.

Masalah shalat ini ternyata tak kunjung usai ketika sudah tinggal beberapa hari di kota tujuan. Setelah beberapa hari istirahat karena jetlag, saya ke kampus untuk menyelesaikan urusan administrasi. Karena ternyata urusannya panjang, saya harus shalat di kampus. Sialnya, gedung kampus tempat mengurus administrasi itu berada di dalam mall. Sudah pasti banyak orang berkeliaran. Saya pun bulak-balik dari ujung utara mall ke ujung selatan untuk mencari tempat relatif sunyi. Akhirnya, ketemu juga tempat duduk dekat WC yang lokasinya agak terpisah dari keramaian. Saya simpan koran di pangkuan, agar orang yang kebetulan lewat menyangka saya sedang membaca. Shalat pun selesai.

Satu hari, di luar dugaan bus dari kampus yang saya tunggu tak kunjung datang, padahal waktu itu saya belum shalat Asar. Dan, matahari sudah terlihat mau terbenam. Saya bergumam, “kenapa tidak di-jama saja tadi shalatnya ketika di rumah?” Seandainya bus datang tepat waktunya, saya bisa shalat dalam bus, karena relatif mudah. Tinggal duduk di pojok belakang. Urusan shalat bisa selesai. Daripada menyesali, saya pikir, lebih baik mencari solusi. Untungnya, bus stop sepi waktu itu. Saya pun memaksakan diri shalat sambil duduk, walaupun hati terus berdo’a agar tidak ada orang yang datang. Alhamdulillah, shalat selesai.

Lama-kelamaan, rasa rindu untuk shalat berdiri mulai memuncak. Rasanya tidak afdhal kalau saya harus shalat duduk terus di kampus. Keberanian dalam diri saya pun mulai terbangun. Banyak orang bilang, kota Iowa ini kota liberal. Mereka sangat toleran dan terbuka dengan perbedaan. Saya mulai memberanikan diri mengantongi sejadah ke kampus. Ketika berada di gedung kampus yang di mall itu, dan sudah saatnya melaksanakan shalat, saya mencari tahu arah kiblat dengan mempelajari peta kampus. Setelah itu, saya mencoba mencari lokasi yang relatif sepi. Setelah mundar-mandir beberapa saat, ditemukan juga sebuah pojok di belahan utara mall yang menghadap ke jalan. Saya pun menggelar sajadah dan melakukan shalat dengan tenang. Pada raka’at ketiga, terlihat sosok orang berseragam mendekat. Ternyata, dia adalah polisi mall. Buyarlah konsentrasi shalat saya, karena saya khawatir ditangkap. Mungkin dia pikir saya orang homeless, tak punya rumah, yang mau tidur di mall. Saya pun mempercepat shalat saya dan melipat sejadah. Polisi tadi hanya melihat dan memperhatikan. Tanpa basa-basi, saya langsung pergi sembari sesekali melihat ke belakang, untuk memastikan si polisi tidak mengikuti. Tidak terjadi apa-apa, ternyata, Alhamdulillah.



Setelah berbagi pengalaman unik yang sedikit menegangkan dengan teman Indonesia yang sudah lama di sini, dia menasihati agar saya shalat di perpus kampus saja, biar bisa lebih tenang dan khusyu. Apalagi kan yang namanya perpus, mana ada orang ribut. Akhirnya, ketika di kampus, saya masuk ke ruang buku. Sepi memang. Dan, banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat shalat. Setelah menemukan arah kiblat, saya mencari tempat paling pojok, yang sekiranya tidak akan banyak orang yang lalu lalang mencari buku. Di pojok timur ruangan, di samping rak, saya menggelar sejadah. Saya pikir, setelah penantian yang cukup lama, akhirnya ditemukan juga tempat shalat yang kondusif. Saya pun memulai shalat saya. Ternyata, pada raka’at ketiga, ada orang bule mendekat dan mau lewat. Dia bilang, “Excuse me! excuse me!” beberapa kali. Saya jadi kikuk dibuatnya, karena tidak mungkin saya menjawab. Saya terus melanjutkan shalat walaupun hati saya deg-degan. Akhirnya, dia pergi juga. Lega akhirnya.

Mungkin Allah kasihan melihat salah satu hambanya begitu kesulitan dan kebingungan mencari tempat untuk sekedar melepas rindu pada-Nya. Pertolongan-Nya pun datang dengan diberikannya sebuah kantor oleh jurusan kepada saya. Sekalipun sekantor dengan dua orang asing, saya jelaskan bahwa saya akan melakukan sembahyang secara rutin. Alhamdulillah, mereka sangat paham. Bahkan sebelum shalat, mereka lah yang menutupkan pintu kantor untuk saya. Kadang ketika shalat dan ada mahasiswa yang ingin menemui saya, mereka jelaskan bahwa saya sedang shalat dan meminta mahasiswa tersebut untuk kembali lagi nanti. Nikmat rasanya bisa menemukan tempat ‘khusus’ untuk shalat di kampus. Lebih nikmat lagi sebenarnya adalah adanya wujud toleransi dari teman sekantor sekalipun mereka berbeda keyakinan.

Makanya, bagi mereka di tanah air, yang bisa melaksanakan shalat dimana-mana, bersyukurlah. Itulah salah satu nikmat Allah yang akan sangat sulit didapati di belahan bumi lain
.






sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8511340

Rabu, 12 Oktober 2011

Bedanya neraka orang Indonesia dengan neraka orang luar negeri


Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk ia dikirim ke neraka. Disana, ia mendapati neraka itu berbeda-beda bagi tiap orang sesuai negara asal.



Pertama ia melongok ke neraka orang-orang Inggris dan bertanya kepada orang-orang di situ, "Kalian dihukum apa di sini?"

Orang Inggris menjawab, "Pertama-tama, kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di kursi paku selama satu jam. Lalu disiram bensin dan disulut api. Setelah itu, setan Inggris muncul dan mencambuki kita sepanjang hari."

Karena terdengar tidak menyenangkan, si orang Indonesia menuju ke neraka lain. Ia lalu melihat-lihat bagaimana keadaan neraka Amrik, neraka Jepang, neraka Rusia dan banyak lagi. Orang Indonesia ini melihat hukuman di neraka bangsa-bangsa asing itu kurang lebih mirip dengan neraka orang Inggris.

Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia sendiri, dan melihat antrian yang puanjaaang, terdiri dari orang berbagai negara, bukan cuma orang Indonesia saja.

Sambil kebingungan, orang Indonesia ini bertanya kepada yang mengantri, "Apa yang akan dilakukan di sini?"

Yang ditanya menjawab, "Pertama-tama kita didudukan di kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukkan di kursi paku selama satu jam. Kemudian disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu setan Indonesia muncul dan mencambuki kita sepanjang hari."



"Tapi itu kan sama seperti dengan neraka dari negara lain. Kenapa begitu banyak orang ngantri di sini?" sergah orang Indonesia.

"Di sini pelayanannya sangat-sangat buruk. Kursi listriknya nggak nyala, karena listrik sering padam. Kursi paku, tinggal pakunya, karena kursinya sering diperebutkan elit politik. Bensinnya juga nggak ada tuh karena harganya melambung tinggi, malah di akhir tahun 2009 katanya mau naik lagi. Dan setan di sini adalah mantan pegawai negeri, jadi dia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu pulang. Asyik kan?"





sumber:
http://ahmadsabani18.blogspot.com/2010/10/bedanya-neraka-orang-indonesia-dengan.html

Kenapa di Neraka Banyak Wanita dan Di Surga Banyak Orang Miskin? Penjelasan


Banyak ulama atau hadis menerangkan bahwa di surga kebanyakan penghuninya orang miskin sementara di neraka kebanyakan wanita. Sementara menurut para ulama atau hadis juga menyatakan bahwa orang yang masuk surga dan neraka setelah hisab atau hari kiamat. Kira-kira bagaimanakah penjelasan para ulama lebih lanjut mengenai hal ini berikut kutipan dari penjelasan dari Ustadz Asep Usman Ismail di kolom ramadhan detik yg dikutip berikut ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrYgOM1U88wMFAxwRQVkleAV1YtzOH82yQwuaSEEvTgvFSSIqNh4ICR9k6v-wjtgngsyc4jXxHH_TB1lABfL1991WeoevKfSoJR9Fn4gc85rDKF6ZE3ggiNJiKUhuiwZbaZc70WcUmtTV4/s1600/babak-dalam-neraka.jpg

Kenapa ada yang mengatakan penghuni neraka lebih banyak wanita?

Secara sosiologis struktur masyarakat itu seperti piramid, penduduk miskin berada pada piramida paling bawah sehingga jumlahnya paling banyak. Sangat logis, jika Nabi SAW menyebutkan bahwa penduduk surga lebih banyak orang miskin dengan alasan sebagai berikut:

1.Kehidupan di akhirat itu merefleksikan keadaan di dunia, jika di dunia penduduk miskin itu mayoritas, maka di akhirat pun tetap mayoritas;

2. Di dalam Al Qur’an pengertian faqir secara harfiah berarti orang yang membutuhkan. Makna ini mengacu kepada dua pengertian, yaitu dalam konteks sosial ekonomi dan eksistensi manusia. Pengertian pertama faqir adalah orang yang sudah berkerja dan mendapatkan penghasilan, tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhannya sehingga masih membutuhkan bantuan atau tambahan.

Kedua, faqir adalah menyangkut eksistensi manusia yakni membutuhkan Allah (QS Fathir/35: 15). Penghuni surga adalah orang-orang faqir, yakni manusia yang menyadari eksistensi dirinya sebagai hamba Allah sehingga senantiasa berada dalam kesadaran, saya membuthkan Allah.

Manusia seperti inilah yang merupakan mayoritas penghuni surga. Selebihnya, penghuni surga minoritas adalah manusia yang beriman, tetapi kurang menyadari dirinya membutuhkan Allah. Mereka masuk surga karena kebaikan Allah, setelah Allah mempertimbangkan faktor imannya.

http://bataknews.files.wordpress.com/2009/07/neraka-agama-yahudi.jpg

3. Dalam hadis tersebut digambarkan bahwa penghuni neraka itu kebanyakan kaum perempuan, maksudnya bahwa kualitas kesalehan kaum wanita itu sangat tergantung kepada tiga variabel yang berikut: Pertama, kualitas pola asuh dalam keluarga. Kedua, pendidikan akhlak (karakter). Ketiga, kualitas suami yang menjadi imam dalam pembinaan keluarga.

Ketiganya harus bersinergi secara konisten dan berkesinambungan. Krisis manusia modern menghancurkan tiga sendi ini sekaligus. Pertama, kualitas keluarga berkenaan dengan ibu rumah tangga yang tidak lagi sepenuhnya mendidik, mengasuh dan mengembangkan putra putrinya di rumah, tetapi lebih berorientasi pada sektor di luar rumah.

Kedua, pendidikan sekolah (formal) dan masyarakat (pendidikan nonformal) tidak sepenuhnya mendukung pengembangkan karakter positif. Perempuan sering menjadi korban pelecehan seksual. Ketiga, para suami sering tidak berhasil menjadi teladan bagi keluarganya, bahkan menghancurkan keluarga dengan berbagai tindakan tidak terpuji.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyqMgMAZ3kCGmMWZ7jOUcpDrk4vM3bOXAq7W-TvJbwkrCdl7xZz7WqvVhyT0UJLQA4-6Efv5ndSCDwu3BIYKKjpPOsI56GGxaZZYDlZFB-AUueXSlrrWTbRQ2mCAv3DZZZ8kNbKp0LOzHO/s1600/hell.jpg

Dengan demikian, perempuan banyak menjadi korban. Inilah yang dimaksud oleh Nabi SAW bahwa penghuni neraka banyak perempuan. Jika kita berfikir jernih, siapa yang menjadi biang kerok dari krisis ini? Tentu saja kaum laki-laki.

Jadi, laki-laki dan perempuan memikul tanggung jawab yang sama, bahkan kaum laki-laki memikul tanggung jawab lebih berat. Al Qur’an menjelaskan, “Sungguh Kami telah mempersiapkan banyak penghuni neraka dari kalangan jin dan manusia yang memiliki akal yang tidak digunakan untuk berpikir, memiliki penglihatan yang tidak digunakan untuk melihat kebenaran, dan memiliki telinga yang tidak digunakan untuk mendengarkan (petunjuk). Mereka seperti ternak, bahkan lebih idiot dibandingkan ternak”. (QS Al-A’raf/7: 179)





sumber:
http://ruanghati.com/2011/10/15/kenapa-di-neraka-banyak-wanita-dan-di-surga-banyak-orang-miskin-penjelasan/

Selasa, 11 Oktober 2011

Wanita adalah makhluk yang sempurna, hanya satu yang kurang darinya.


Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,



“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”

Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub,

“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,

“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgShgaA8-bQtays8r98gAD1RRgQZQrkNL3r9hY4jfaILt9QG77N6EZFkLaOoh3ybRB5ulSEtbQSJk-JTkHIps1gb03d9juW4KMeuKtFDTPe0gMP4S2OkbM6vvPK45yINV36nnehIAJQvUI/s320/gadis+jilbab+crewmatrix+8.jpg

Tuhan melanjutkan,

“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”








sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10138146

Sabtu, 08 Oktober 2011

Mukjizat Alquran, Fenomena Facebook Sudah Tersirat 14 Abad Silam




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKCKgT6kxoFO1-Gi4PAlhCQDWRfYmnFJU_xO8BcL41ZZx9y-4axrmsFEzL11mJtCr0x5rVObpYe2hHaAjPw839JT_YwAhECE7DDXdU1IxSvg7M8FT_LDemFqWiO9aAA9UUwMx-QMYvPh0/s1600/facebook.jpg

Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.

Indonesia masuk dalam salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia

Indonesia masuk dalam salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia

Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.

Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. Gua pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat 145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya.

Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.

Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz! ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘senjata’ untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS ‘menyerupai’ sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi Isa AS berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”

Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23
‘dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,’
dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya ‘dan sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan’ Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya.

Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya.

Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam ‘meramal’ masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan mengaggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.

Ilmi melanjutkan “surat al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu subhanallah terjadi beberpa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.

Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. Dan subhanallah hal itu terbukti.”

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYhfGQCYzF9wWSOS3nFszOwMT9K56f_ubsIfwzZDYY2MC9Rbu3e0DPxs2OGMqm6piyEi8KY4t90bDJ_7FkTy2VTePl0APrdFZcNlb7pwRT66oOqIdUw_52RHLHqKzzddgKjm1pU2UtwlXA/s1600/facebook-profile.jpg

Fenomena Al-Fisbukiyyah dalam Al-Qur’an

“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang ane kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur (Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam alquran. Dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.

Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente berdua buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21

“‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.’

Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah “Al-Fisbukiyyah” secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.

Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang yang lagi sholat update status ‘lagi roka’at dua nih’ naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi.

Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan ‘apabila dapat kebaikan maka ia kikir.’ Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”

“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.

Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.

Diskusi kali ini pun berkahir seiring dikumandangkannya adzan maghrib sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib.



sumber:http://ruanghati.com/2011/08/13/mukjizat-alquran-fenomena-facebook-sudah-tersirat-14-abad-silam/

Jumat, 07 Oktober 2011

Mengerikan: Inilah Barisan-barisan Manusia di Akhirat Kelak. Anda di Barisan Dimana?


uatu ketika, Muadz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai firman Allah SWT: Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” (Surah an-Naba’:18)



Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….”




Maka dijelaskanlah oleh Rasulullah ke 12 barisan tersebut :-


BARISAN PERTAMA

Di iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA

Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KETIGA

Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEEMPAT

Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”

BARISAN KELIMA

Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEENAM

Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KETUJUH

Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KELAPAN

Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEMBILAN

Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEPULUH

Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEBELAS

Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA BELAS

Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”

bonus :







sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10086232

6 sifat perempuan yang menjijikan dan tidak bisa dijadikan istri


1. Al -Anaanah:
Spoiler for :
banyak keluh kesah. Yg selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dg pembelaan dan aturan yg diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.


2. Al-Manaanah:

Spoiler for :
suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam2 padanya.


3. Al -Hunaanah:

Spoiler for :
ingin pada suami yg lain atau berkenan kpd lelaki yg lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dg suami/lelaki lain. Tak redha dg suami yg ada.


4. Al- Hudaaqah:

Spoiler for :
suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.


5. Al -Hulaaqah:

Spoiler for :
sibuk bersolek atau tidur atau santai2 dll hingga lalai dg ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dg anak2, dll.


6. As-Salaaqah:

Spoiler for :
banyak berbicara, menggosip. Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dg telfon, SMS, internet, BBM dan macam2 cara yang lain . Yg jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dg kata2nya yg menyakitkan.
komen terbaik


Sebelum diniatkan utk dinikahi, ada baiknya ditelusuri dulu lebih jauh dan lebih dalam segala sifat psikis dan kejiwaan nya, bukan mksud nya dalam artian waras atau gila nya ya, tp lebih kepada jiwa normal nya sebagai pertimbangan (sudah) layak atau tidak nya, sudah siap atau tidak kah untuk dijadikan sebagai seorang istri dan sbagai seorang Ibu buat anak-anak kelak.
Jadi, itu smua dilakukan supaya tidak ada rasa penyesalan karena keterlambatan saling memahami sifat dan jiwa satu sama lain pas pada saat sudah menikah mnjadi suami-istri.

Bagaimana gan,? Gimana pendapat agan2 sekalian,??


bonus :


inilah kelak calon istri gwe












sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9869683